Pages

ARTIKEL TERBARU

KENAPA SEKARANG AHOK AKRAB DAN MEMUJI DPRD DKI JAKARTA ?

AHOK AKRAB DAN MEMUJI DPRD DKI JAKARTA


Jika biasanya relasi Gubernur DKI Jakarta yang akrab disebut Ahok dengan DPRD DKI Jakarta terlihat tegang dan saling adu argumen lewat media, namun pada hari kamis (10/12/2015) yang lalu terlihat sebaliknya.  Ahok yang kala itu mengikuti rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI, terlihat akrab dan melontarkan pujian untuk anggota DPRD DKI. 

"DPRD ini kerjanya betul-betul luar biasa. Nah, inilah pemerintahan daerah, seperti ini. Pemerintah bukan hanya eksekutif, tapi juga legislatif," ujar Ahok di depan para anggota DPRD di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).


Foto Ahok & M Taufik, sumber di sini

Salah satu contoh hubungan baik dirinya dengan DPRD DKI ialah ketika Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Bestari Barus melaporkan dugaan anggaran siluman di Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016.

Ahok menghadiri rapat lantaran ingin memastikan adanya kabar dana siluman yang masuk sebesar Rp700 miliar di KUA-PPAS. Dalam rapat itu Ahk duduk berdampingan dengan Ketua Banggar DPRD DKI Mohammad Taufik dan Anggota Banggar DPRD DKI Bestari Barus.



"Ini sejarah pertama Gubernur hadir di rapat Badan Anggaran (Banggar) dan saya pikir DPRD kerjanya benar-benar luar biasa," puji Ahok di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).



"Pemerintahan daerah harusnya sepeti ini. Pemerintahan, bukan hanya eksekutif, tapi juga legislatif," kata Ahok.

"Saya katakan, saya tidak ingin seolah-olah di Pemda (Pemerintah Daerah) DKI ini yang kerja hanya eksekutif. Makanya, saya sampaikan, DPRD ini kerjanya betul-betul luar biasa," kata Basuki saat rapat Banggar DPRD DKI di Gedung DPRD DKI, Kamis (10/12/2015).  


Begitu pula ketika ada pula kecurigaan DPRD DKI terkait munculnya kegiatan pembuatan KTP anak di pos Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI.

Dalam kesempatan tersebut Ahok menitipkan anak buahnya kepada DPRD untuk dievaluasi saat pembahasan anggaran. Hasil evaluasi akan menjadi bahannya untuk mengganti pejabat pada 8 Januari 2016 mendatang.

"Itu yang saya bilang sama Pak Ketua (DPRD). Pak Ketua DPRD ini juga kasih tahu saya, siapa saja SKPD (satuan kerja perangkat daerah) yang bisa atau tidak bisa kerja.

 "Sekali lagi, kali ini betul-betul eksekutif dan legislatif menyatu, DPRD dan Gubernur menyatu untuk menyisir anggaran. Tidak boleh ada yang main-main," kata Ahok. 


Baca berita terkait : Ahok sisir anggaran DKI Jakarta, hemat 4 T
 


Sumber :
- megapolitan.kompas.com
- news.metrotvnews.com
- tribunnews.com

No comments:

Post a Comment

 

Google+ Badge

HUBUNGIN SAYA

DISCLAIMER

SPACE IKLAN :

ASBUNER NGARET BELI INI :

BLOG WISATA INDONESIA

BLOG WISATA INDONESIA
Tour Gajah Taman Nasional Way Kambas

Most Reading

Powered by Blogger.