Pages

ARTIKEL TERBARU

KABAR LBGT, HOMOSEKSUALITAS JUGA TERJADI PADA BINATANG

HOMOSEKSUALITAS JUGA TERJADI PADA BINATANG


Bonobo, anggota genus simpanse Pan dengan aktivitas homoseksual yang tinggi, menjadikannya spesies yang biseksual sepenuhnya. Sumber : id.wikipedia.org

SEJAUH ini sebagian besar dari kita hanya memahami bahwa gejala homoseksualitas, kecenderungan seksual terhadap sesama jenis hanya terjadi pada manusia. Padahal, gejala homoseksualitas juga terjadi pada dunia binatang. Bahkan, sangat mungkin gejala pada hewan jauh lebih dulu daripada manusia. Sedikit dan masih terbatasnya pengetahuan kita terhadap sifat, ciri, dan perilaku binatang, menjadi faktor yang menyebabkan mengapa kita “kurang bisa melihat” fenomena yang dianggap menyimpang tersebut.


Berdasarkan data, gejala homoseksualitas telah didokumentasikan pada hampir 500 spesies binatang. Menurut para ahli, fakta ini menjadi indikasi bahwa pilihan seksualitas pada dasarnya adalah sebuah kodrat yang harus diterima dan dijalani. Yang lebih menarik, kecenderungan homoseksualitas tak hanya terjadi pada hewan-hewan menyusui (mamalia) atau yang memiliki hubungan kekerabatan (menurut cara pandang Teori Evolusi Darwin) dekat dengan manusia, tapi juga terjadi pada hewan vertebrata yang kekerabatannya jauh dengan manusia.

Link Terkait : Apa itu LBGT ?



BINATANG YANG TERCATAT MEMILIKI PERILAKU HOMO


Berikut ini ada sepuluh binatang yang tercatat berperilaku homo menurut versi LiveScience.com .


Homoseksual pada Simpanse Bonobo

Simpanses dianggap memiliki hubungan paling dekat dengan kehidupan manusia. Simpanse Bonobo termasuk hewan yang “tak punya malu”, mereka secara terbuka dan tanpa malu-malu melakukan kesenangan seksual. Hampir semua simpanse kera tak berekor yang dikenal sebagai pecinta damai ini adalah biseksual dan sering menyelesaikan konflik dengan cara mengedepankan “bercinta, bukan perang”. Mereka tergolong hewan yang sering bersetubuh, menjerit (melenguh) keras selama melakukan persetubuhan, dan sering pula terlibat dalam aktivitas homoseksualitas. Sekitar dua pertiga aktivitas homoseksualitas mereka dilakukan oleh simpanse betina. Jadi, sebagian besar simpanse adalah lesbian.

Homoseksual pada Kera Muka Merah

Kera muka merah (macaques) Jepang betina membentuk ikatan kuat satu sama lain dan secara monogami. Maksudnya, mereka hanya memiliki satu pasangan seksual pada saat bersamaan. Meski demikian, mereka memiliki beberapa hubungan ini selama masa pembiakan mereka. Si betina terlibat dalam aktivitas seksual seperti dalam bentuk rangsangan genital dan mengeluarkan suara kesukaan mereka yang khas dalam bentuk bunyi yang merdu. Demikian juga dengan sang jantan, terlibat dalam permainan homoseksual, namun mereka kemudian cenderung meninggalkan pasangannya segera setelah melakukan apa yang dalam dunia manusia sering disebut  dengan “a one night stand”.

Homoseksual pada Bison Amerika

Di komunitas bison Amerika, pasangan homoseksual jantan-jantan cenderung lebih umum terjadi daripada pasangan heteroseksual jantan-betina. Hal ini terutama terjadi karena bison betina kawin dengan bison jantan hanya sekali dalam setahun. Selama musim kawin, bison jantan terlibat dalam aktivitas seksual sesama jenis yang berlangsung beberapa kali dalam sehari. Lebih dari 55 persen pasangan bison jantan muda adalah dengan jenis kelamin yang sama.


Homoseksual pada Lumba-lumba Hidung Botol

Pada lumba-lumba hidung botol, aktivitas homoseksual terjadi dengan frekuensi yang sama dengan permainan heteroseksual. Lumba-lumba hidung botol jantan biasanya bersifat biseksual, namun mereka melewati beberapa periode dengan menjadi homoseksual yang eksklusif. Aktivitas homoseksual mamalia (binatang menyusui) di laut ini termasuk oral seks di mana seekor lumba-lumba mencoba merangsang lumba-lumba lainnya menggunakan moncongnya. Lumba-lumba jantan juga menggosok-gosokkan penisnya yang sudah ereksi kepada tubuh pasangan mereka.


Homoseksual pada Jerapah

Jerapah jantan tergolong sering melakukan percumbuan di antara mereka. Sering kali seekor jerapah jantan memeluk jerapah jantan lainnya sebelum ia pergi ke pasangannya (jerapah betina). Permainan “sayang-sayangan” ini bisa berlangsung cukup lama, satu jam. Menurut sebuah studi, satu dari 20 jerapah jantan ditemukan sedang berpelukan dengan jerapah jantan lainnya, meski hanya berlangsung sebentar. Dalam banyak kasus, aktivitas homoseksualitas lebih umum terjadi daripada heteroseksualitas.



Homoseksual pada Kijang Kob

Pada musim kawin, kijang betina rata-rata “bermesraan” dengan kijang betina pasangannya selama satu jam. Di alam liar, pasangan homoseksual mencapai 9 persen dari semua aktivitas seksual binatang menyusui ini. Selama bercumbu, kijang pengejar berjalan pelan di belakang suatu kawanan dan mengangkat kaki depannya, menyentuh kijang betina lain di antara kaki-kakinya. Setelah itu, hewan berkaki panjang ini pada akhirnya berjalan ke arah pasangannya.




Homoseksual pada Angsa hitam

Pasangan homoseksual pada angsa hitam mencapai lebih dari 20 persen dari semua pasangan setiap tahunnya. Hampir seperempat dari seluruh keluarga angsa hitam diinduki oleh pasangan homoseksual yang tinggal bersama selama beberapa tahun. Pada saat itu, pasangan jantan menggunakan pelayanan angsa betina dengan cara kawin. Sekali angsa betina meletakkan telur, sang ayah mengusir pasangannya dan menetaskan telur-telur tersebut. Lain waktu, mereka menghalau pasangan heteroseksual dari sarang mereka dan mengadopsi telur-telur yang ada di sarang tersebut.


Homoseksual pada Walrus

Walrus jantan belum mencapai kedewasaan seksual mereka hingga berusia empat tahun. Selama itu, mereka lebih banyak melibatkan diri secara eksklusif dalam hubungan seks sejenis (homoseksual). Walrus jantan yang lebih tua cenderung bersifat biseksual, kawin dengan walrus betina selama musim berbiak dan kawin dengan walrus jantan di sisa waktu tahun tersebut. Walrus jantan saling menggosok badan mereka, memeluk satu sama lain, dan bahkan tidur bersama dalam air.


Homoseksual pada Paus kelabu

Interaksi homoseksualitas menjadi sesuatu yang umum terjadi di kelompok ikan paus kelabu. Dalam suatu “pesta tergelincir dan meluncur” (slip and slide orgies), lima ikan paus jantan berguling-buling, menceburkan diri ke laut,dan menggosokkan perut mereka terhadap ikan-ikan lain sedemikian rupa sehingga alat kelamin mereka saling bersentuhan.


Homoseksual pada Ayam Jantan Guyana

Ayam jantan Guyana (Guianan Cock of the Rock) menarik perhatian dengan bertengger seperti burung sambil memperlihatkan kebanggaannya dalam sikap homoseksualitas. Sekitar 40 persen populasi jantan terlibat dalam bentuk abktivitas homoseksualitas dan persentase kecil saja yang terlibat dalam hubungan heteroseksualitas dengan betina.

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/
Penulis: Syarifah, S.P. (Alumni Jurusan Hama dan Penyakit Fakultas Pertanian Unpad)


****

HOMOSEKSUAL PADA BURUNG ZEBRA FINCH


Pasangan sesama kelamin dari burung sejenis memliki hubungan yang sama dekat dan setia dibanding dengan pasangan dari kelamin berbeda. Temuan itu didasarkan pada studi atas zebra finch, jenis burung bersuara tinggi yang berkicau kepada pasangannya untuk memperkuat kedekatan hubungannya.

Menurut para ilmuwan, burung tersebut berkicau dan bersolek tidak berbeda kepada sesama jenis kelaminnya dibanding dengan pasangan beda kelamin. Hasil penelitian tentang burung 'homoseksual' ini sudah diterbitkan di jurnal Behavioural Ecology and Sociobiology.

Pemimpin tim peneliti, Dr Julie Elie dari Universitas California, Berkeley, mengatakan penelitian tersebut memperlihatkan bahwa hubungan antar hewan --termasuk burung-- lebih kompleks daripada sekadar hubungan antara jantan dan betina untuk reproduksi.

Tim peneliti tertarik pada perilaku zebra finch karena burung tersebut memiliki hubungan jangka panjang dengan pasangannya dengan kemampuan sosial yang tinggi: burung jantan berkicau untuk betinanya, saling memperlihatkan keindahan tubuh dan warna, serta hidup dalam satu sarang.
"Saya tertarik dengan bagaimana hewan membangun hubungan dan bagaimana penggunaan akustik dalam interaksi sosialnya," kata Dr Elie kepada "BBC Nature".

"Pengamatan mengarahkan saya pada hasil yang mengejutkan: individu-inidividu dari jenis kelamin yang sama juga berinteraksi dalam bentuk yang bersatu, seperti pasangan jantan-betina," ujarnya.
Dr Elie kemudian memutuskan untuk mengamati lebih seksama pembentukan hubungan sesama jenis dari burung tersebut.

Dia dan timnya -Clementina Vignal dan Nicolas Mathecon dari Universitas Saint-Etienne, Prancis- memelihara zebra finch yang masih muda dalam kelompok berdasar jenis kelamin. Ternyata lebih dari setengah berpasangan dengan burung yang sama jenis kelaminnya.

Pasangan satu kelamin itu kemudian diamati secara mendalam untuk melihat tanda-tanda hubungan sepenuhnya terikat.  Pasangan dengan hubungan yang terikat, menurut Dr Elie, adalah yang bertengger bersebelahan, punya satu sarang dan saling menyapa dengan menyentuhkan paruhnya.



Sumber :
- pelangiperempuan.or.id
- pikiranrakyat.com
- id.wikipedia. org

No comments:

Post a Comment

 

Google+ Badge

HUBUNGIN SAYA

DISCLAIMER

SPACE IKLAN :

ASBUNER NGARET BELI INI :

BLOG WISATA INDONESIA

BLOG WISATA INDONESIA
Tour Gajah Taman Nasional Way Kambas

Most Reading

Powered by Blogger.