Pages

Lazada Indonesia

ARTIKEL TERBARU

HUMOR : KISAH PILU SEORANG ISTERI

KISAH PILU SEORANG ISTERI

(  BELI BURUNG BEO ASAL KALIJODO )


Melatih Burung Beo Bicara, Sumber : di sini


Kalijodo, salah satu lokalisasi terbesar di Jakarta rencananya akan ditutup oleh Gubernur DKI Ahok, untuk mengembalikan ruang terbuka hijau.


Terlepas dari Pro dan Kontra, ternyata Kalijodo menyimpan banyak cerita.
Salah satu contohnya adalah tentang Burung Beo yang turut menghuni Kalijodo.

Alkisah,
Seorang ibu pergi ke toko hewan dan melihat burung Beo yang indah.
Saat ditanya, harganya cuma 50 ribu.  Tentu saja Si Ibu Heran.

Ibu: "Kok murah mas?"
Sipemilik Kios: begini bu "Beo ini dulunya dipelihara dirumah bordil di Kalijodo jadi sering ngomong jorok, makanya dijual sangat murah karna gak ada yang mau beli".....

Si ibu berpikir sejenak & memutuskan untuk beli burung yg indah itu. Ia membawa pulang dan menaruhnya di sangkar di ruang tamu....

Burung itu melihat ke sekeliling ruangan, lalu melihat ibu itu dan berkata:
"Rumah baru, mami baru"
Ibu itu kaget, tapi dia menganggapnya lucu ......

Saat anak gadisnya pulang dari sekolah, burung itu melihatnya dan berkata,
"Rumah baru, mami baru, wajah baru"
Si anak dan ibu itu merasa sedikit tersinggung, tapi akhirnya bisa mengerti, toh itu cuma seekor burung...


Beberapa saat kemudian suami Si Ibu  yang pulang dari kantor.
Begitu Burung Beo itu melihatnya, ia berkata:
"Ciluk baaa.!! Halo Oom... ketemu lagi kitaaa...
Langganan lama.. Langganan lamaa...

 
Si ibu langsung teriak : "Bapaaaaakkkk..!!!"


Sumber : 

- facebook.com
READ MORE - HUMOR : KISAH PILU SEORANG ISTERI

LGBT ANTARA AGAMA & SCIENCE

LGBT ANTARA AGAMA & SCIENCE


 Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) III.  Sumber : di sini

Nyatakan LGBT Gangguan Jiwa, dr Fidiansyah Dituding Menutupi Kebenaran


Aksi Skakmat dr Fidiansyah Sp KJ MPH di acara Indonesia Lawyers Club yang diadakan TV One pada Selasa (16/2/2016) lalu berbuntut pada silang pendapat.

Dalam acara tersebut, Fidiansyah yang merupakan psikiater sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza di Kementerian Kesehatan menyatakan, Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transeksual (LGBT) adalah gangguan jiwa.

dr Fidiansyah Sp KJ MPH di acara Indonesia Lawyers Club, sumber: di sini

Fidiansyah mengatakan, pernyataannya didasarkan pada buku teks tebal yang memuat panduan tentang diagnosis psikologi dan gangguan kejiwaan.

Dia mengatakan bahwa buku yang selama ini digunakan kalangan LGBT dan pendukungnya adalah buku saku yang tidak menjelaskan secara lengkap tentang doagnosis mengenai LGBT.

"Mohon maaf, buku yang dipakai itu buku saku Pak, kalau buku kami, text book-nya tebel begini Pak. Sama-sama membahas LGBT, tapi ini yang lengkap," ungkap dr fiansyah.

"Silahkan dibuka halaman 288, 280 dan 279. Persis kalimatnya ada. Ini adalah masih sebuah gangguan,” imbuhnya. Host Karni Ilyas kembali menanyakan dan Fidiansyah menegaskan bahwa LGBT adalah "gangguan jiwa".


Hebat!!! Argumen Ilmiah Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ Membuat Aktivis LGBT Mati Kutu.
Sumber : di sini

Video pernyataan Fidiansyah yang bisa ditemukan di Youtube itu dibagikan ratusan ribu kali ke media sosial. Kalangan anti-LGBT menggunakannya sebagai referensi pendukung.

Sejumlah media membuat berita dengan dasar video itu. Portal www.tarbiyah.net misalnya, membuat berita berjudul "Argumen Ilmiah Dr Fidiansjah Bikin Pendukung LGBT Mati Kutu".


Fidianyah adalah mantan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan dan menjadi salah satu pembimbing di Peduli Sahabat, komunitas yang salah satu tujuannya adalah "meluruskan" LGBT.

Dalam acara ILC, Fidiansyah juga mengatakan bahwa pedoman diagnosis gangguan jiwa tidak bisa hanya berdasarkan sains saja tetapi juga spiritual.

Belakangan kemudian muncul bantahan dari pernyataan Fidiansyah. Bantahan secara tidak langsung muncul dari dr Andri SpKJ FAPM, psikiater dengan kekhususan psikosomatik medis dari Universitas Indonesia.

Andri yang menulis di Kompasiana pada Jumat (19/2/2016) menegaskan dengan huruf kapital, "Homoseksual (Gay dan Lesbian) dan Biseksual TIDAK TERMASUK GANGGUAN JIWA."

Andri mendasarkan diagnosanya pada Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) III yang merupakan buku pedoman diagnosis gangguan jiwa yang dipakai di Indonesia, diterbitkan oleh Kemenkes tahun 1993.

Buku tersebut merupakan buku yang sama seperti yang dimaksud Fidiansyah. Dalam tulisannya, Andri menunjukkan dengan detail bagaimana buku itu menyatakan bahwa LGBT buka gangguan jiwa.

"Pada kode F66 Gangguan Psikologis dan Perilaku yang Berhubungan Dengan Perkembangan dan Orientasi Seksual, di bawahnya langsung tertulis: catatan: Orientasi Seksual Sendiri Jangan dianggap sebagai suatu Gangguan," jelas Andri.

Butir F66 pada halam 288 buku tersebut menyatakan adanya gangguan maturitas seksual. Di situ, yang dimaksud adalah individu yang mederita karena ketidakpastian tentang identitas jenis kelamin dan orientasi seksualnya.

Ketidakpastian identitas jenis kelamin misalnya terjadi pada Muhammad Prawirodijoyo alias Joy. Perkembangan kelamin sejatinya terlambat sehingga harus disesuaikan ketika dewasa.

Gangguan maturitas seksual juga bisa menimpa LGBT. Namun, bukan LGBT itu sendiri yang merupakan penyakit. Lebih pada perasaan menderita sebab belum menemukan dirinya.

Seorang netizen Herman Saksono menanggapi ungkapan Fidiansyah di dalam blog-nya : hermansaksono.com. Ia mengungkap ada sejumlah bagian dari buku pedoman diagnosis gangguan jiwa yang tidak dikatakan oleh Fidiansyah.

Pertama soal bahwa orientasi seksual bukan masalah. Kedua, bahwa homoseksualitas sebenarnya setara dengan heteroseksualitas.

"dr. Fidiansjah melenyapkan 2 kalimat dan merangkai potongan-potongan tulisan PPDGJ III sehingga homoseksualitas dan biseksualitas seolah-olah adalah gangguan jiwa," tulisnya.

Fidiansyah dalam acara ILC menyatakan agar tidak membaca sepotong-sepotong. Namun menurut Herman, Fidiansyah-lah yang membaca sepotong-sepotong. "Di sini nampak bahwa dr. Fidiansjah tidak mengatakan kebenaran," katanya.

"Kesalahan dr. Fidiansyah tidak dapat diterima. dr. Fidiansyah harus mengkoreksi ucapannya kepada publik dan meminta maaf karena tindakannya berpotensi melanggengkan diskriminasi dan kekerasan terhadap kaum marginal homoseksual, biseksual, dan LGBT pada umumnya," imbuhnya.


Penolakan Hasil Riset Karena Alasan Kepercayaan


Dunia sains terbuka pada banyak hal, tetapi kurang pada urusan seks, jender, dan orientasi seksual.  Sementara ilmu psikologi, neurologi, fisiologi, genetika, dan ekologi perilaku memberi petunjuk tentang proses di balik pembentukan identitas seks, jender, dan orientasi seksual, cukup banyak pula ilmuwan yang belum menyerapnya.

Akibatnya, di tengah isu lesbian, gay, biseksual, dan transjender (LGBT) yang ramai belakangan ini, ilmuwan belum mampu mencerahkan publik dan membantu mengurangi diskriminasiKepada Kompas.com beberapa waktu lalu, dr Ryu Hasan yang seorang neurolog juga mengungkapkan bahwa LGBT bukan gangguan jiwa dan tidak harus diobati atau diterapi.


Neurolog dari Rumah Sakit Mayapada, Roslan Yusni atau Ryu, mencontohkan yang terjadi pada kalangan dokter.

Neurologi kini telah mengungkap bahwa orientasi seksual seks, jender, dan orientasi seksual disebabkan oleh variasi struktur otak. Variasi tersebut terbentuk sejak masa kehamilan sekitar 8 minggu.  Variasi itu bisa dibuktikan lewat pindai Positron Emission Tomography (PET). Bagian otak yang disebut amigdala pada laki-laki homoseksual mirip dengan perempuan heteroseksual.

"Tapi, masih banyak dokter yang belum tahu itu," kata Ryu dalam diskusi di Lembaga Bantuan Hukum, Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Menurut Ryu, masih banyak dokter yang menganggap bahwa homoseksualitas adalah penyakit.

Permasalahan lain dalam dunia kedokteran Indonesia, menurut Ryu, adalah adanya penolakan hasil riset karena alasan kepercayaan.

"Menganggap bahwa science dan keyakinan adalah dua hal yang terpisah. Kalau tidak sesuai keyakinan, maka science-nya diabaikan," imbuhnya.

Dalam soal LGBT, walaupun sains mengungkap bahwa itu adalah variasi, keyakinan akhirnya mematahkan.

Peneliti pada Pusat Kajian Jender dan Seksualitas Universitas Indonesia mengatakan kasus yang sama pada dunia psikologi.

"Homoseksualitas sudah lama dihapus dari golongan gangguan jiwa, tetapi sampai sekarang masih banyak psikiater dan psikolog yang belum tahu," kata Irwan.

Dalam soal seksualitas, banyak psikolog belum bergerak dari pandangan Sigmund Freud seabad lalu. Padahal, seksualitas dalam pandangan Freud telah usang.

Lebih lengkapnya dapat dibaca di sini: Soal LGBT, Ilmuwan Belum Mampu Memberi Pencerahan



Sumber:
- sains.kompas.com
- hermansaksono.com 

 
READ MORE - LGBT ANTARA AGAMA & SCIENCE

LGBT ITU PENYAKIT MENULAR, INI DIA SOLUSINYA ...

JIKA LGBT ITU PENYAKIT MENULAR, INI SOLUSINYA
(CARA MENGOBATI LGBT) 

 








Jangan buru2 Protes,

Maksudnya begini,

Jika Orientasi Sex betul bisa menular, maka Heterosex seharusnya juga bisa menulari LGBT.


Masih Ngambeg ?

Coba tarik nafas sebentar ... trus jawab pertanyaan mudah ini ...

Kalau Orientasi Sex LGBT menular, darimana LGBT Pertama tertular ? 
Plisss jangan dijawab " Dari Orang berorientasi Sex Hetero "...

" Apa "?

"Jadi LGBT Pertama terjadi bukan karena Tertular" ?

" Trus gimana ceritanya bisa ada ? Hipotesis aja lah, tapi yang logis ya " ...

Nggak Ngakak baca ini ? Tandanya Anda kurang Piknik ! 

Langsung aja cari Ide di sini : Blog Wisata Indonesia


Mau baca artikel LGBT yang serius ? klik yang ini : LGBT, antara AGAMA & SCIENCE 

Sekian, dan Terima Gaji



Mister Asbun

READ MORE - LGBT ITU PENYAKIT MENULAR, INI DIA SOLUSINYA ...

PULUHAN SENJATA TAJAM, RATUSAN ANAK PANAH, RATUSAN KOTAK KONDOM, DAN RIBUAN BOTOL BIR DI TEMUKAN DI KALIJODO

PULUHAN SENJATA TAJAM, RATUSAN ANAK PANAH, RATUSAN KOTAK KONDOM, DAN RIBUAN KALENG & BOTOL BIR DITEMUKAN DI KALIJODO

Kondom yang ditemukan di kafe milik Daeng Azizdi Kalijodo (Liputan6.com/ Muslim AR)

OPERASI PEKAT DI KALIJODO


Operasi Pekat yang digelar sejak pukul 04.00 WIB itu menyasar 66 kafe di kawasan Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Puluhan senjata tajam, ratusan kotak kondom, ratusan anak panah, ribuan kaleng dan botol bir ditemukan di Kalijodo, Jakarta Utara. Barang-barang itu diamankan lewat Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang melibatkan ribuan aparat gabungan Polda Metro Jaya, TNI, dan Satpol PP.

PULUHAN SENJATA TAJAM, RATUSAN ANAK PANAH, RATUSAN KOTAK KONDOM, DAN RIBUAN BOTOL & KALENG BIR DISITA

Kafe Intan, Kalijodo, milik Daeng Aziz.  Sumber: di sini

 "Ada sekitar 10 ribu-an bir yang kita temukan di sini (Kafe Intan), 400 anak panah yang kami duga beracun," ujar Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Martuani Sormin di lokasi, Jakarta, Sabtu (20/2/2016).

Selain menyita ratusan kondom, polisi juga menyita gunting, palu, linggis, pisau pemotong kue, dan foto-foto perempuan yang didapat dari kafe-kafe tersebut.

Ribuan botol dan kaleng bir dikeluarkan dari kafe. Saat berita ini ditulis polisi tengah menanyai beberapa saksi atas kepemilikan barang-barang yang diduga berbahaya itu.


Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menyatakan, barang bukti terbanyak didapatkan dari Kafe Intan. Kafe tersebut diduga milik pentolan Kalijodo, Abdul Azis atau yang karib disapa dengan Daeng Aziz.

Dari pantauan Liputan6.com di lapangan, setidaknya ratusan kotak kondom dengan merek Sutra diamankan. Saat ini, polisi masih mendata dan memuat ribuan botol dan kaleng bir dari Kafe Intan di Kalijodo.



Sumber :
- news.liputan6.com

READ MORE - PULUHAN SENJATA TAJAM, RATUSAN ANAK PANAH, RATUSAN KOTAK KONDOM, DAN RIBUAN BOTOL BIR DI TEMUKAN DI KALIJODO

LGBT, BAGAIMANA MENYIKAPINYA ?!

LGBT, BAGAIMANA MENYIKAPINYA ?!

Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender

QUIS :



Bagaimana menurut Anda sikap yang tepat terhadap kaum LGBT ?!

 LGBTQIAPD, sumber: di sini


Untuk menjawabnya dengan jernih, mungkin hal pertama yang perlu dijawab adalah: "Apa itu LGBT" ?

Pertanyaan bantuan : - Apa beda "Orientasi Sexual" dan "Perilaku/Tindakan Sexual" ?



READ MORE - LGBT, BAGAIMANA MENYIKAPINYA ?!

SYLVESTER STALONE BOCORKAN RAHASIA TUBUH TETAP KEKAR DI USIA 70 TAHUN

SYLVESTER STALONE BOCORKAN RAHASIA OTOT TUBUH TETAP KEKAR DI USIA 70 TAHUN



Sylvester Stalone, Otot Tubuhnya Tetap Kekar di Usia 70 Tahun.  Sumber: di sini





USIA 70 TAHUN, TUBUH TETAP BEROTOT, PERUT TETAP SIX-PACK


Tahun ini, Sylvester Stallone genap berusia 70 tahun, namun hebatnya aktor gaek ini mampu menjaga otot tetap kekar dan tubuh tetap berotot, dengan perut sixpack.

Melalui channel Youtube milik Six Pack Shortcuts, Sylvester Stallone membocorkan rahasia otot tetap kekar dan tubuh ramping di usia yang tergolong tua.  Di dalam video berdurasi 51 menit 07 detik yang diunggah pada Senin (8/2/2016), dia mengatakan, latihan rutin yang dilakukannya adalah movements.


RAHASIANYA: LATIHAN RUTIN SETIAP HARI


Intinya, latihan jenis movements yang dilakukan pemeran film Rambo ini tidak sebentar. Butuh waktu lebih dari satu tahun supaya otot-otot itu tetap kekar sempurna. Dia sadar, di usianya yang semakin tua, penumpukanan makanan yang disantap berubah jadi lemak.

Maka, pada 30 hari pertama, dia terlebih dulu fokus pada pembekaran lemak. Dia mengatakan, setiap orang butuh waktu yang berbeda-beda untuk membakar lemak.

Barulah setelah semuanya dirasa pas, Sylvester Stallone fokus pada pembentukan otot. Semua jenis latihan yang dilakukan setiap harinya diperhatikan dengan benar.


JADWAL & JENIS LATIHAN SYLVESTER STALONE DALAM MENJAGA TUBUHNYA

Seperti dikutip Health Liputan6.com pada Jumat (12/2/2016), Sylvester Stallone berolahraga setiap hari, di pagi dan sore hari Pada hari Minggu, dia fokus pada kardio atau aerobik.


Senin, Rabu, Jumat

Pada pagi hari, dia fokus pembentukan dada;
4 set incline bench press (8 sampai 10 repetisi)
5 set close grip bench press (6 sampai 8 repetisi)
4 set bent over one arm dumbbell raisess (8 sampai 10 repetisi)
4 set close grip seated rows (8 sampai 10 repetisi)
3 set seated extension (8 sampai 10 repetisi)
3 set raised leg crunches (8 sampai 10 repetisi)
Sore (bahu, lengan, perut)
4 set military shoulder press (8 sampai 10 repetisi)
4 set side dumbbell raises (10 sampai 12 repetisi)
5 set bent over dumbbeel flys (6 sampai 8 repetisi)
3 set barbell curls (8 sampai 10 repetisi)
3 set incline seated dumbbell curls (8 sampai 10 repetisi)

Selasa, Kamis, Sabtu

Pagi fokus pada kaki
4 set seated calf raises (8 sampai 10 repetisi)
4 set standing calf raises (10 sampai 12 repetisi)
5 set barbell standing calf alternating raises (8 sampai 12 repetisi)
4 set incline leg press (8 sampai 10 repetisi)
4 set seated leg extensions (8 sampai 10 repetisi)
Sore fokus pada traps dna perut
4 set bent over dumbbell raise lateral (8 sampai 10 repetisi)
4 set cable crossovers (10 sampai 12 repetisi)
4 set reverse pec deck (8 sampai 12 repetisi setiap sisi)
4 set barbell shrugs front (8 sampai 10 repetisi)
4 set barbell upright rows (8 sampai 10 repetisi)
4 set flat bench cable rows to neck (8 sampai 10 repetisi)
4 set ab crunch (8 repetisi)
4 set oblique crunches (10 repetisi)
4 set cable crunch (10 sampai 12 repetisi)



Sumber:
- Health.Liputan6.com
READ MORE - SYLVESTER STALONE BOCORKAN RAHASIA TUBUH TETAP KEKAR DI USIA 70 TAHUN

KESEHATAN: JENIS MUSIK INI BISA REDAKAN NYERI SENDI

JENIS MUSIK INI BISA REDAKAN NYERI SENDI


ilustrasi musik, sumber: di sini
 

BERBAGAI MANFAAT MUSIK UNTUK KESEHATAN


Musik bukan hanya obat pereda stres atau pembangkit mood. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Cleveland Clinic Foundation di Ohio, musik juga memiliki kekuatan menyembuhkan bahkan hanya dalam waktu beberapa jam.

Seperti dilansir Onlymyhealth, Sabtu (13/2/2016) peneliti menemukan, orang yang mendengarkan musik selama satu jam sehari selama seminggu, melaporkan penurunan nyeri sendi (sekitar 20 persen), depresi dan cacat dibandingkan dengan sekelompok orang yang tidak mendengarkan musik.

Tak hanya itu, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Advanced Nursing ini juga mencatat, orang yang mendengarkan musik klasik bisa meredakan nyeri sendi karena osteoarthritis. Selama sesi penelitian, orang yang mendengarkan musik juga merasa nyaman dan detak jantung lebih lambat.

"Otak bereaksi terhadap musik yang Anda dengarkan dan merangsang area otak yang melepaskan obat penghilang rasa sakit alami tubuh. Daerah otak itu disebut the periaqueductal gray (PAG) atau pusat otak yang mempengaruhi sistem opioid kita sendiri," kata peneliti.

Selain itu, musik juga menghentikan area otak yang disebut amigdala, fungsi yang membawa emosi negatif seperti stres. Musik mengalihkan perhatian Anda dari rasa sakit tanpa efek samping.
Dalam penelitian yang dilakukan Florida Atlantic University College of Nursing di Boca Raton, musik bermelodi lambat cenderung memiliki efek pengobatan. Terapis musik juga menemukan pola pernapasan menjadi seirama dengan musik, demkian juga dengan detak jantung yang jadi seirama dengan tempo musik. Mereka yang mendengarkan musik saat sakit memiliki sekitar 70 denyut per menit.


Sumber :
- Health.Liputan6.com
READ MORE - KESEHATAN: JENIS MUSIK INI BISA REDAKAN NYERI SENDI
 

HUBUNGIN SAYA

DISCLAIMER

SPACE IKLAN :

Lazada Indonesia
Lazada Indonesia

ASBUNER NGARET BELI INI :

BLOG WISATA INDONESIA

BLOG WISATA INDONESIA
Tour Gajah Taman Nasional Way Kambas

Most Reading

Powered by Blogger.