Ilustrasi Si Ahok Marah Ke Si Buyan : Pergi Kau !!
Alkisah, ada dua orang sahabat di suatu Kampung --sebut saja Kampung Cengcimen. Kedua sahabat itu -- sebut saja namanya Si Ahok, dan Si Buyan sangat dekat, tapi namanya anak-anak, terkadang timbul perkelahian di antara mereka. Mereka berteman juga dengan anak-anak lain sebaya, sebut saja Si Agus, Si Ruli, Si Anis, Si Fadli, Si Amin, Si Adul, dan masih banyak lagi.
Sebagaimana anak-anak kampung lain seusia mereka, Ahok dan Buyan juga senang main Bola. Kalau ada pertandingan Bola orang dewasa di lapangan kampung, mereka pun hampir tak pernah ketinggalan ikut nonton.
Ceritanya menjelang 17 Agustus, akan ada pertandingan macam-macam olahraga di kampung mereka, salah satunya adalah pertandingan bola, tapi dikemas lucu, dimana permainannya memakai sarung.
Sore itu Si Buyan sepulang ngarit buat kambingnya, pergi ke tempat Si Ahok. Singkat kata terjadilah obrolan diantara mereka.
PENYEBAB AHOK MARAH KE BUYAN
Si Buyan : Hok gue tadi ketemu Agus, trus Lu diajakin Agus Nonton Bola Pake Sarung Si Ahok : Haah ... Lu sama Si Agus sehat Buyan ? Si Buyan : Lah Kenapa emangnya kok Lu Marah gitu ? Si Ahok : Maksud Lu apa Buyan ?! Masak Gue Diajakin Nonton Sarung !?! ...
Udah gila apa !! Pergi Kau !!! sebelum kupanggil Kakang Brama !!
Ciaaaaat !!! kata Ahok pasang kuda-kuda.
Melihat Ahok yang memang temperamental itu marah, Buyan pun berlari meninggalkan Ahok ... Entah ke mana, bisa jadi ke rumah Si Agus, Si Anis, Si Fadli, Si Ruli, Si Amin, Si Adul, atau pulang ke rumahnya sendiri, ...
Atau malah Si Buyan pergi ke lapangan nonton bola pake sarung ?! ...
ACHIE SEJAK SMP JATUH CINTA PADA JENIS MUSIK HARDCORE
Namanya Asri Yuniar. Wanita mungil asal Bandung ini menaruh
kecintaan besar terhadap dunia musik 'bawah tanah' tersebut sejak tahun
1997. Mengaku merasa bosan dengan warna musik pop dan penyanyi boy band
berwajah tampan dan lagu-lagu bertemakan percintaan, maka ia pun mencari alternatif musik lain.
Perkenalannya dengan musik hardcore ini diawali sejak ia duduk di bangku SMP.
"Dulu saya pernah menonton acara musik underground di GOR Saparua Bandung. Saya langsung merasa ini musik seperti inilah yang saya sukai dan saya sangat menikmatinya,"
DINNING OUT, BAND PERTAMA ACHIE
Saking cintanya dengan jenis musik hardcore, saat memasuki usia masa remaja, wanita yang akrab disapa Achie ini sempat membentuk sebuah band DINNING OUT bersama dua orang rekannya.
Achie membawakan HOPELESS bersama DINNING OUT. Sumber : You Tube
Band
bernama Dinning Outini mendapatkan banyak respon positif dari kalangan
muda kota Bandung, bahkan ia pun mendapat banyak undangan untuk tampil
pada pentas seni SMA. Sayangnya, karena kesibukan masing-masing, band tersebut sempat vakum hingga akhirnya memilih untuk bubar.
ACHIE TUMBUH BESAR BERSAMA GUGAT BAND
Achie, saat Konser bersama Gugat Band. Antusiasme masa. Sumber: di sini
Tak berhenti di situ, ia kemudian di tahun 2003 ia membentuk band hardcore baru bernama GUGAT. Saat itu belum banyak band-band beraliran keras yang muncul. Menurut Achie, perkembangan musik hardcore sangat pesat, dimana penonton acara musik keras di Bandung bisa mencapai 40 ribu orang.
Seperti band metal pada umumnya, setiap lagu dinyanyikan dengan
suara dan teriakan yang cukup memekakkan telinga. Namun ternyata, itu
adalah salah satu ciri khasnya. Wanita kelahiran 19 Januari 1982 itu
mengaku ia tidak mempunyai trik khusus untuk 'berteriak' dengan suara
yang lantang seperti itu Ia hanya rajin berolahraga karena olah napas
sangat dibutuhkan pada teknik vokal scream. Sedangkan untuk menjaga
kejernihan kualitas suaranya, ia hanya rajin meminum air putih.
GUGAT Live di Stadion Pajajaran Bogor 07-12-2014 membawakan "Bapakku Seorang Demonstran" Sumber : You Tube
PEREMPUAN BERHIJAB, VOKALIS BAND HARDCORE GUGAT
Perempuan yang mengenakan hijab sejak tahun 2000 itu pun semakin
menunjukkan keseriusannya dengan band Gugat. Setelah berhasil merilis
album pertamanya, permintaan untuk tampil banyak berdatangan, bahkan ia
pernah diminta mengisi acara hingga ke stasiun-stasiun TV swasta. Saat
itu pula, eksistensinya bersama band Gugat semakin santer terdengar. Hal inilah yang mengantar Gugat berhasil mendapatkan prestasi berharga.
ACHIE, GURU TK VOKALIS GUGAT BAND
Meski sudah lebih dari 10 tahun menjalani karier di bidang musik,
ternyata masih ada duka yang menyelimuti wanita lulusan pendidikan anak
usia dini (PAUD) Universitas Pendidikan Indonesia Bandung ini. Rupanya,
ia masih sering harus dihadapkan pada perizinan yang menyulitkannya
untuk tampil di atas panggung.
"Banyak yang bilang kalau band kita itu 'berisik' dan fansnya anarkis, jadi suka susah dapat izin manggung. Bahkan waktu itu juga ada beberapa event yang dibatalkan tiba-tiba," akunya lagi.
Walau
demikian, Achie dan rekan-rekannya tak lantas berdiam diri. Ia tetap
bersemangat untuk menyalurkan hobi dan kegemarannya. Bahkan Gugat pun
berencana akan menyiapkan album kedua yang sedang dalam proses
penggarapan.
Kalijodo, salah satu lokalisasi terbesar di Jakarta rencananya akan ditutup oleh
Gubernur DKI Ahok, untuk mengembalikan ruang terbuka hijau.
Terlepas dari Pro dan Kontra, ternyata Kalijodo menyimpan banyak cerita.
Salah
satu contohnya adalah tentang Burung Beo yang turut menghuni Kalijodo.
Alkisah,
Seorang ibu pergi ke toko hewan dan melihat burung Beo yang indah.
Saat ditanya, harganya cuma 50 ribu. Tentu saja Si Ibu Heran.
Ibu: "Kok murah mas?"
Sipemilik Kios: begini bu "Beo ini dulunya dipelihara dirumah bordil di
Kalijodo jadi sering ngomong jorok, makanya dijual sangat murah karna
gak ada yang mau beli".....
Si ibu berpikir sejenak & memutuskan
untuk beli burung yg indah itu. Ia membawa pulang dan menaruhnya di
sangkar di ruang tamu....
Burung itu melihat ke sekeliling ruangan, lalu melihat ibu itu dan berkata: "Rumah baru, mami baru" Ibu itu kaget, tapi dia menganggapnya lucu ......
Saat anak gadisnya pulang dari sekolah, burung itu melihatnya dan berkata, "Rumah baru, mami baru, wajah baru" Si anak dan ibu itu merasa sedikit tersinggung, tapi akhirnya bisa mengerti, toh itu cuma seekor burung... Beberapa saat kemudian suami Si Ibu yang pulang dari kantor. Begitu Burung Beo itu melihatnya, ia berkata: "Ciluk baaa.!! Halo Oom... ketemu lagi kitaaa... Langganan lama.. Langganan lamaa... Si ibu langsung teriak : "Bapaaaaakkkk..!!!"
MASJID INI MUNGKIN PALING SEDERHANA, TAPI BENAR-BENAR INDAH
Di masjid ini, tidak ada hiasan kaligrafi, juga tidak pula berdinding
tembok megah.
Tidak ada menara yang menjulang tinggi dengan puncak yang
berdiri kokoh, bahkan tidak dilengkapi pula dengan daun pintu.
Kayu yang digunakan pun bukanlah kayu yang sudah melewati tahapan
finishing, sebaliknya menggunakan kayu dari batang-batang pohon yang
sudah kering. Kemudian disatukan hingga menjadi dinding dengan pengikat
yang terbuat dari kulit kayu pula. Bahan dasar batang kayu juga digunakan untuk membangun menara.
Di sekelilingnya, diberikan tumpukan batu yang menandai bahwa ada bangunan di tempat ini. Di bagian pondasi, menggunakan tumpukan batu, kemudian disusun menjadi menara dengan tumpukan batang kayu. Sungguh indah bukan?
Bagaimana dengan jamaahnya? Tidak banyak, karena sebagian besar
masjid ini digunakan oleh para musafir yang kebetulan melintas
menggunakan unta di daerah tersebut.
Demikianlah masjid yang berada di Asaita, Danakil, Ethiopia ini, terlihat sangat sederhana, namun masjid ini tentu tak kehilangan daya tarik eksotisnya.