MENTERI KELAUTAN & PERIKANAN SUSI PUDJIASTUTI BIKIN 3.325 KAPAL UNTUK NELAYAN
Ilustrasi Kapal Nelayan. Sumber:
di sini
MENTERI KKP SUSI PUDJIASTUTI SIAPKAN Rp. 2,5 T UNTUK BIKIN 3.325 KAPAL NELAYAN
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini tengah menyiapkan
Rp2,5 triliun untuk membangun 3.325 kapal penangkap ikan beragam ukuran.
Kapal-kapal tersebut nantinya akan dibagi-bagikan kepada koperasi
nelayan seluruh Indonesia.
SEBAGIAN BESAR KAPAL YANG DIBUAT UKURAN DI BAWAH 10 GT
Dalam rencana awal, kapal yang dibangun
berukuran di bawah 5GT
sebanyak 1.020 unit, kapal 5 GT sebesar 1.020 unit,
kapal berbobot 10 GT
sebanyak 1.000 unit, kapal 20 GT sejumlah 250 unit. Selain itu akan
dibangun pula 35 unit kapal berukuran 30 GT.
Kemudian ada perubahan komposisi jumlah kapal dengan memperbesar
porsi kapal berbobot 5 tonase kotor (GT) dalam proyek tersebut
sehingga menjadi di atas 1.020 unit.
Menurut Susi, perubahan porsi itu guna menindaklanjuti permintaan
nelayan atas kapal berukuran kecil. Pasalnya, kapal berbobot 5 GT lebih
irit operasional dan bahan bakar.
“
Kapal yang lebih besar bisa dikurangi menjadi kapal yang lebih
kecil. Kapal 30 GT turun 10%, 20 GT turun 20%, 10 GT turun 10%. Semua
dialihkan turun ke kapal yang 5 GT,” kata Susi dalam keterangan resmi,
Rabu (24/2/2016).
Di sisi lain, ikan sudah bertebaran di dekat pantai sehingga nelayan
tidak perlu mengoperasikan kapal berbobot besar untuk melaut lebih jauh.
“
Saat ini cenderung permintaan lebih ke kapal kecil. Kita perlu
merevisi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata mantan Presiden
Direktur Susi Air ini.
*****
PROYEK PENGADAAN 3.325 KAPAL MENTERI KKP SUSI PUDJIASTUTI DINILAI LANGKAH MUNDUR
PROYEK PENGADAAN KAPAL NELAYAN DIANGGAP MENGABAIKAN ASPEK GEOGRAFIS & SOSIOLOGIS
Pelaku perikanan menilai proyek pengadaan 3.325 kapal penangkap ikan
mengabaikan aspek geografis perairan dan sosiologis nelayan Indonesia.
Ketua Umum Perkumpulan Pelaku Perikanan Indonesia (PPPI) Happy
Simanjuntak mengatakan proyek tersebut lebih menitikberatkan pada
pengadaan kapal-kapal kecil berukuran 5 GT-10 GT. Alhasil, kapal bantuan
hanya dapat digunakan nelayan untuk melaut di daerah sekitar pantai.
“
Saya sangat khawatir dengan sekian ribu kapal-kapal 5 GT dan 10 GT
itu. Padahal penangkapan yang kami inginkan itu justru semakin jauh
melaut maka hasilnya semakin bagus pula. Menurut saya ini sebagai
kemunduran,” katanya saat berbincang dengan
Bisnis.com, Senin (14 Maret 2016).
Sebagaimana diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
menyiapkan Rp2,5 triliun untuk membangun 3.325 kapal penangkap ikan
beragam ukuran. Kapal-kapal tersebut nantinya akan dibagi-bagikan kepada
koperasi nelayan seluruh Indonesia.
Dalam rencana awal, kapal yang dibangun berukuran di bawah 5G
sebanyak 1.020 unit, kapal 5 GT sebesar 1.020 unit, kapal berbobot 10 GT
sebanyak 1.000 unit), kapal 20 GT sejumlah 250 unit. Selain itu akan
dibangun pula 35 unit kapal berukuran 30 GT.
Kementerian yang dipimpin oleh Susi Pudjiastuti itu telah menunjuk PT
PAL Indonesia (Persero) sebagai koordinator sekaligus pelaksana tender
hingga pengawasan konstruksi kapal. Perusahan pelat merah itulah yang
nantinya memilih sekitar 150 perusahaan galangan kapal di Batam,
Jakarta, dan Surabaya untuk mengerjakan konstruksi kapal.
Happy Simanjuntak pesimistis 3.325 kapal dapat menggarap perairan
Indonesia secara optimal. Secara teoritis, menurut kalkulasinya, seluruh
kapal dapat memaksimalkan potensi laut nasional jika melaut bolak-balik
3-4 kali sehari.
“
Padahal, jangan salah nelayan kita itu sekali saja melautnya. Tidak
ada nelayan yang ke laut bolak-balik tiga sampai empat kali. Ini kan bukan kayak trayek mikrolet,” kata mantan Direktur Pengawasan Sumber Daya KKP ini.
Pemerintah, imbuh Happy, seharusnya memperhitungkan berbagai aspek
sebelum membuat kebijakan. Salah satunya lewat kajian lapangan hingga ke
berbagai daerah. Jangan sampai, kapal-kapal tersebut justru tidak dapat
terutilisasi karena mendapat penolakan dari penerima bantuan.
“
Karena yang kita atur ini bukan ikan lho, tapi manusia. Sosiologis nelayan itu seperti apa harus ada kajiannya, mereka tidak bisa dipaksa,” ujarnya.
Sumber :
-
Jurnal Politik.com / Menteri Susi Bangun 3.325 Kapal untuk Nelayan seluruh Indonesia
-
mtempo.co/ Kapal Menteri Susi dianggap Langkah Mundur