Pages

Lazada Indonesia

ARTIKEL TERBARU

Showing posts with label TRAVEL. Show all posts
Showing posts with label TRAVEL. Show all posts

LOMBOK SEGERA PUNYA HALAL BEACH, LOKASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DIPISAH

KONSEP PANTAI HALAL DI NTB
LOKASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DIPISAH



Wisatawan di Pantai Lombok.  Sumber: di sini

PANTAI KHUSUS "HALAL BEACH"


Pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana akan mengembangkan wisata pantai khusus dengan konsep halal beach. Di pantai ini wisatawan laki-laki dan perempuan akan dipisah.

"Halal beach kita sekarang sedang desain bentuknya, mudah-mudahan tahun ini sudah kita mulai pembangunan awalnya," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal usai menghadiri Seminar Wisata Halal Dunia, di Mataram, Kamis (17/3/2016).


PENGEMBANGAN DUA PANTAI "HALAL BEACH" DI LOMBOK


Faozal menjelaskan, rencananya ada dua kawasan pantai di Pulau Lombok yang akan dikembangkan menjadi konsep pantai halal, di antaranya di kawasan Meninting, Lombok Barat dan kawasan Mandalika, Lombok Tengah.

Ia mengatakan, di lokasi pantai halal ini nantinya akan ada pembatas permanen yang memisahkan antara wisatawan laki-laki dan wisatawan perempuan. Selain itu, makanan yang disediakan di lokasi tersebut adalah makanan yang halal.

"Fasilitas awal, akan ada pemisah (pembatas) yang permanen," kata Faozal.


MUHARAM FESTIVAL DAN FESTIVAL KULINER HALAL


Faozal menambahkan selain pantai halal, tahun ini pihaknya juga tengah mempersiapkan Muharam Festival yang akan diselenggarakan di Lombok Timur dan Festival Kuliner Halal di Islamic Center, Kota Mataram.

Lombok telah dikukuhkan sebagai World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination dalam ajang The World Halal Travel Summit/ Exibition yang diumumkan di Uni Emirat Arab, tahun 2015.

Menurut Faozal, berbagai festival gencar dilakukan dalam upaya pemerintah membangun branding Lombok sebagai destinasi wisata halal.


MISTER ASBUN : Pantai, Laki sama Laki ... Perempuan sama Perempuan, ... kok I am jadi inget LGBT  ?


Sumber:
- tribunnews.com 
- travel.kompas.com
READ MORE - LOMBOK SEGERA PUNYA HALAL BEACH, LOKASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DIPISAH

MICE : POTENSI LUAR BIASA YANG BELUM TERGARAP OPTIMAL

Potensi MICE Indonesia Luar Biasa tapi Belum Digarap Optimal 

 

Forum para pelaku meeting, incentive, convention dan exhibition (MICE) kembali digelar. Indonesia MICE Outlook atau IMO ke-8 diselenggarakan di Indonesia Convention Center, Tangerang, Banten pada 1-2 Desember 2015. Tema kali ini "Semakin Banyak Event, Semakin Memakmurkan".

"Potensi MICE Indonesia luar biasa tapi belum tergarap. Di acara tahunan ini kita berkumpul untuk membahas industri MICE di Indonesia," kata Pemimpin Utama Majalah Venue, Hendra Noor Saleh dalam sambutan acara pembukaan 8th Indonesia MICE Outlook 2016 di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Selasa (1/12/2015).

Beberapa tema yang akan dibahas pada forum ini di antaranya tentang proyeksi ekonomi Indonesia dan pengaruh terhadap industri pariwisata dan MICE, tren MICE pada 2016 di dunia internasional, potensi investasi destinasi wisata bahari di Indonesia, pemasaran destinasi wisata, dan masa depan industri MICE.

Ada pun hal menarik yang akan dibahas pada 8th Indonesia MICE Outlook 2016 adalah sesi Road to INCEB (Indonesia Convention & Center Exhibition Bureau). Para pembicara yang ikut hadir dalam acara ini seperti praktisi pariwisata, pihak Kementerian Pariwisata, dan juga asosiasi pelaku pariwisata.

Kegiatan IMO yang merupakan hasil kerja sama Majalah Venue, Kementerian Pariwisata, dan asosiasi ini juga digelar bersamaan dengan Indonesia Professional Organizer Summit (IPOS), yaitu ajang bisnis yang mempertemukan sellers dan buyers.

Para sellers ini terdiri dari industri perhotelan, venue owner, destinasi, dan supplier event. Sedangkan buyers berasal dari kalangan profesional conference/exhibition organizer dan perusahaan biro perjalanan.

Sama seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, pada akhir acara IMO, Majalah Venue menggelar malam penganugerahan Indonesia MICE Award.

Ajang apresiasi terhadap insan MICE ini terdiri dari dua kategori: The Best MICE Award dan The Most Popular MICE Award. Terdapat 16 kategori penghargaan yang akan diberikan pada acara tahunan yang diselenggarakan oleh Majalah Venue ini.



Sumber:
-Kompas.com
READ MORE - MICE : POTENSI LUAR BIASA YANG BELUM TERGARAP OPTIMAL

9 TARI BALI DIAKUI UNESCO SEBAGAI WARISAN BUDAYA TAK BENDA

9 Tari Bali ini Dapat Pengakuan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO



Indonesia lagi-lagi patut berbangga hati. 9 Tari Bali mendapatkan pengakuan "Warisan Budaya Tak Benda" UNESCO.

UNESCO menetapkan 9 tari Bali sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia melalui Sidang ke-10 Komite Budaya Tak Benda UNESCO di Windhoek, Namibia pada Selasa (2/12/2015) lalu. Demikian siaran pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (3/12/2015) ini.

"Saya mengapresiasi dan menyambut baik, bahwa  kekayaan budaya Indonesia diakui sebagai   kekayaan budaya dunia. Tentu ini membanggakan," kata Mendikbud Anies Baswedan yang juga sebagai Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, di Yogyakarta, Rabu (3/12).

Anies Baswedan mengatakan, dengan penetapan Tari Bali sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda ini maka Indonesia telah memiliki tujuh elemen budaya dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

"Sekarang kita punya tujuh yang diakui sebagai warisan budaya dunia," imbuh Anies.

Enam elemen dari Indonesia yang telah terdaftar sebelumnya adalah Wayang (2008), Keris (2008), Batik (2009), Angklung (2010), Tari Saman (2011), dan Noken Papua (2012). Serta satu program Pendidikan dan Pelatihan tentang Batik (2009).

"Ini memiliki konsekuensi kita semua harus bekerja keras untuk mempertahankan dan mengelola semua proses pengakuan, baik di level nasional maupun internasional," tambah dia.

Berikut 9 tari Bali yang dijadikan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO:


1. Rejang


Rejang adalah tari upacara keagamaan yang diadakan di Pura Merajan atau sangga. Berdasarkan koreografinya, tarian ini tidak begitu terkait pada pedum karang seperti tarian lainnya. Tarian ini bersifat fleksibel, menyesuaikan situasi dan kondisi, khususnya pada upacara Pangider Buana, para penari mengitari sajen berputar putar mengikuti pradaksina.

2. Sanghyang Dedari


Ini merupakan salah satu jenis tari sanghyang. Tari sakral sanghyang adalah sebuah tari kerauhan yang ditarikan dalam kondisi kesurupan. Tari ini memiliki tujuan mistis, tidak ditampilkan di depan umum, ditarikan untuk melindungi desa dari wabah penyakit, bencana alam, dan sebagainya. Tarian ini merupakan tari tinggalan kebudayaan pra-Hindu yang ditarikan oleh dua gadis yang masih suci. Tarian ini tidak diiringi oleh instrumen musik, melainkan iringan beberapa orang menyanyikan lagu persembahan kepada Dewa.

3. Baris Upacara


Baris Upacara merupakan tari-tarian yang pada umumnya tidak memiliki lakon (lelampan) atau ceritera. Umumnya Tari Baris Upacara dipergunakan atau ditarikan untuk Dewa Yadnya. Tari Baris Upacara sebagai penunjang upacara Dewa Yadnya ini banyak jenisnya. Biasanya pada upacara ini, Tari Baris Upacara merupakan symbol widyadara, apsara sebagai pengawal Ida Betara Sesuhunan turun ke dunia pada saat piodalan (odalan) di pura bersangkutan dan berfungsi pula sebagai pemendak (penyambut) kedatangan para dewa.

4. Topeng Sidhakarya


Tarian ini biasanya ditarikan di akhir, menyimbolkan bahwa tari sakral telah selesai, dalam sebuah hajatan ritual keagamaan tradisi Hindu (Bali), merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan runtutan upacara sebagai pelengkap guna mendapatkan keyakinan dalam pencapaian ke arah kesempurnaan suksesnya sebuah yadnya.

5. Dramatari Gambuh


Pada umumnya fungsi gambuh adalah sebagai Tari Bebali (seremonial), yaitu sebagai pengiring upacara di pura-pura. Dramatari Gambuh sebagai tari lakon klasik tertua dalam khazanah tari Bali adalah merupakan bentuk total teater yang memiliki unsur seni, drama, musik, dialog dan tembang.

Dramatari gambuh masih memakai nama-nama tokoh penarinya diambil dari nama-nama kaum bangsawan kerajaan di Jawa Timur pada abad ke 12-14. Nama-nama itu di antaranya Demang Sampi Gontak, Tumenggung Macan Angelur, Rangga Toh Jiwa, Arya Kebo Angun-angun, Punta Tan Mundur, dan lain-lainya. Dramatari Gambuh adalah tari dasar hampir seluruh tari-tarian yang ada di Bali.

Dramatari Gambuh sangat erat hubungannya dengan pelaksanaan upacara-upacara besar terutama tingkatan upacara "mapeselang". Tarian Gambuh ditarikan pada waktu Ida Bhatara turun ke "paselang".

6. Dramatari Wayang Wong


Seni pertunjukan yang pelaku-pelakunya manusia atau orang. Merupakan perwujudan dari tari lakon Bali, perpaduan antara tari, drama dan musik. Wayang Wong di Bali adalah merupakan salah satu cabang seni pertunjukan yang bersifat klasik dan merupakan satu kesatuan daripada tari, tabuh, tembang, dan drama dengan menggunakan tapel serta memakai cerita/lakon yang diambil dari lakon (wiracarita) Ramayana.

7. Legong Kraton


Tari klasik yang melakonkan ceritera-ceritera zaman dulu seperti ceritera Prabu Lasem. Tari ini biasanya ditarikan oleh tiga orang gadis di mana yang seorang berperan sebagai Condong dan kedua orang lainnya berperan Legong.

8. Joged Bumbung


Salah satu jenis tari Joged yang diiringi dengan gamelan bumbung bambu dan penarinya perempuan, pengibing laki-laki. Joged adalah semacam tari pergaulan muda mudi yang diiringi dengan gamelan yang terbuat dari bumbung bambu. Penari joged pada awalnya menari sendiri yang disebut ngelembar.

Setelah itu penari mencari pasangannya seorang laki-laki yaitu salah seorang lelaki yang menonton yang dihampiri si penari, dan laki-laki itu kemudian diajaknya menari bersama-sama atau diajaknya ngibing. Begitulah seterusnya si penari berganti-ganti pasangan yang dipilihnya. Tari Joged ini ada persamaannya dengan tari gandrung.

9. Barong Ket


Barong merupakan perwujudan atau prabhawa Sanghyang Tri Murti. Warna topeng atau punggelan berbagai jenis barong yang berwarna bang (merah) adalah simbol Dewa Brahma, yang berwarna ireng (hitam) merupakan wujud Dewa Wisnu, sedangkan yang berwarna petak (putih) merupakan perwujudan Dewa Iswara.

Sanghyang Tri Murti yang disimbolkan dengan berbagai jenis barong yang dilawangkan dari satu pintu ke pintu yang lain selama 35 hari diyakini dapat melindungi umat manusia khususnya umat Hindu dari kekuatan merusak yang disebabkan oleh Sanghyang Kala Tiga Wisesa sehingga selamat. Perwajahan Barong pada umumnya merupakan wajah manusia dengan berbagai warna berbeda sebagai simbol tertentu, sedangkan barong ket lebih menyerupai hewan.



Sumber :
- Newsdetik.com
READ MORE - 9 TARI BALI DIAKUI UNESCO SEBAGAI WARISAN BUDAYA TAK BENDA
 

HUBUNGIN SAYA

DISCLAIMER

SPACE IKLAN :

Lazada Indonesia
Lazada Indonesia

ASBUNER NGARET BELI INI :

BLOG WISATA INDONESIA

BLOG WISATA INDONESIA
Tour Gajah Taman Nasional Way Kambas

Most Reading

Powered by Blogger.